7 Hikmah dalam Buku Laut Bercerita yang Sangat Membekas di Hati

Leila S. Chudori menerbitkan Buku Laut Bercerita yang merupakan novel fiksi pada tahun 2017. Rilis sejak tahun tersebut, hingga sekarang buku ini tetap populer dan diburu book lover. Kebanyakan pembaca tertarik dengan latar belakang buku ini yang menceritakan suasana tahun 90 hingga 2000-an.

Buku Laut Bercerita sendiri menyajikan kisah perjuangan para aktivis untuk menegakkan keadilan di era pemerintahan Orde Baru. Dengan jalan cerita yang penuh perjuangan, Buku Laut Bercerita memberikan kesan yang sangat membekas di hati para pembaca.

7 Hikmah dalam Buku Laut Bercerita

Selain jalan ceritanya yang menyentuh, ada banyak sekali hikmah yang akan Anda dapatkan ketika membaca Buku Laut Bercerita. Diantaranya adalah:

  1. Selalu ada Harapan di Situasi Sulit

Dalam buku Laut bercerita, ada sebuah kutipan yang berbunyi “Gelap adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Pada setiap gelap, ada terang meski hanya secercah, meski hanya di ujung lorong”.

Kutipan tersebut memberikan motivasi pada kita bahwa setiap situasi sulit atau gelap pasti selalu memberikan harapan. Andaikan Anda sedang berada pada sebuah labirin, pasti akan ada cahaya yang mengarahkan pada jalan keluar.

Kutipan pada Novel ini juga berarti bahwa ada setiap pengampunan bagi dosa-dosa yang diperbuat umat manusia. Seberapa gelap masa lalu Anda, selama bertaubat dan tidak mengulangi lagi pasti akan selalu ada ampunan.

  1. Jangan Mudah Percaya dengan Orang Lain

Manusia memang makhluk sosial yang membutuhkan sosok orang lain. Kita tidak bisa hidup sendirian dan mengandalkan diri sendiri, sebab suatu hari pasti ada kejadian yang membuat kita memerlukan bantuan orang lain.

Sayangnya, tidak semua orang dapat dengan mudah dipercaya. Curhatan Anda bisa saja dibocorkan pada orang lain yang tidak sepatutnya mendengarkan rahasia tersebut.

 

Ini sesuai dengan kutipan dalam Buku Novel Laut Bercerita, yang berbunyi “Aku hanya Ingin kau paham, orang yang suatu hari berkhianat pada kita adalah orang yang tak terduga, yang kau kira adalah orang yang mustahil melukai punggugmu”

  1. Tidak Seorangpun Bisa Memprediksi Datangnya Cinta

Kita seringkali menebak-nebak, apakah sosok yang kita sukai juga menyukai kita balik. Padahal, pikiran semacam ini hanya akan membuat beban pada diri kita.

Kapan cinta datang tidak bisa kita tebak, demikian pula kapan cinta hilang. Itulah kenapa cinta merupakan hal yang sangat misterius.

Hal ini juga sesuai dengan kutipan di Novel Laut Bercerita, yang bunyinya “Cinta datang begitu saja, tanpa rencana, tanpa pengumuman”

  1. Tak Usah Memaksa Menghapus Kenangan

Seberapapun pahitnya kisah masa lalu, kita tidak akan bisa menghapusnya dari kenangan. Ia akan senantiasa abadi dan diingat hingga nafas terhenti.

Kenangan yang buruk tetaplah kenangan. Oleh karena itu, tugas kita hanyalah mengambil pelajaran dari kenangan buruk tersebut.

Hikmah ini tercantum dalam Novel ini, yang berbunyi “akan menyulitkanmu untuk menghapus segala sesuatu yang tak nyaman atau menyakitkan”

  1. Cobalah Menerima Keadaan

Asmara, tokoh dalam Novel Laut Bercerita pernah bilang seperti ini “Aku mungkin terdengar dingin, tetapi saatnya kita harus pasrah”

Ucapan tersebut seolah memberikan kita nasihat bahwa menerima keadaan bukanlah suatu hal yang buruk. Terkadang, datangnya sesuatu yang kita anggap masalah bukan berarti membuat kita harus menyelesaikan semuanya.

Kadang pula kita hanya perlu bernafas sejenak, mencoba menerima keadaan yang selama ini membuat kita sedih. Memang hal ini terdengar berat, tetapi tidak ada hal yang yang bisa kita lakukan untuk meringankan hati selain menerima keadaan.

  1. Kenangan yang Buruk Bisa Diatasi

Kata Asmara pula dalam Novel Laut Bercerita, kenangan yang buruk tidak perlu dihapus melainkan harus diatasi. “Peristiwa yang tak nyaman atau menyakitkan tak perlu dihapus, tetapi harus diatasi”

Perkataan di atas sangatlah benar. Kenangan yang menyakitkan tidak perlu dipaksa untuk dihilangkan dari pikiran kita. Meskipun terkadang rasanya menyakitkan, tetapi akan ada banyak hikmah yang kita peroleh apabila mau mengikhlaskannya.

Akan tetapi, bukan berarti Anda pasrah. Perlu usaha untuk mengatasi rasa sakit tersebut. Salah satu caranya adalah dengan berusaha ikhlas, juga berusaha move on agar semakin kuat menghadapi kenyataan.

  1. Jangan Pernah Berhenti Percaya dengan Hal Baik

Banyaknya kebaikan yang terjadi di dunia ini seringkali ternodai dengan adanya perilaku jahat yang dilakukan oleh sebagian oknum.

Meski begitu, akan selalu ada hal positif yang akan Anda peroleh apabila senantiasa berperilaku dan percaya pada hal baik.

Seperti ucapan Alex “dia mencoba meyakinkan kami bahwa kita tak boleh kehilangan kepercayaan pada kebaikan, betapa pun kami telah melalui hinaan dan kekejian”

Buku Laut Bercerita memberikan kesan mendalam bagi pembacanya karena jalan ceritanya yang penuh dengan perjuangan melawan ketidakadilan. Selain itu, latar belakangnya di era Orde Baru membuat pembaca seakan dibawa nostalgia ke masa-masa tahun 90-an.

Buku ini sangat populer, telah dicetak berulang kali dan diburu oleh pecinta buku di seluruh Indonesia. Jika Anda kesusahan menemukan Bulu Laut Bercerita di rak toko buku terdekat, pesan saja lewat Blibli.

Tak hanya Novel Laut Bercerita, ada banyak sekali Novel dan karya non-fiksi lainnya bisa Anda temukan di Blibli. Tinggal unduh aplikasinya, checkout produknya dan tunggu barang sampai di rumah Anda.